Jembatan Cinta Situ Cileunca, Romansa di Atas Danau dan Kabut Abadi. Situ Cileunca merupakan danau buatan yang berada di wilayah Pangalengan. Fungsi dari situ cileunca sendiri yaitu merupakan pembangkit listrik tenaga air yang mempunyai luas sekitar 1400 hektar. Situ Cileunca berada di Desa Wanasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Barat. Berjarak sekitar 45 km dari Kota Bandung.

Situ Cileunca menjadi salah satu tempat wisata di Kecamatan Pangalengan yang banyak dikunjungi. Sebagai sebuah tempat wisata ada banyak hal menarik yang bisa Anda temukan di sini. Salah satunya adalah keberadaan dari Jembatan Cinta Situ Cileunca Pangalengan.

Di tengah kesejukan abadi Pangalengan, tersembunyi sebuah ikon romantis sekaligus fungsional: Jembatan Cinta Situ Cileunca. Jembatan sederhana yang dicat merah ini telah melampaui fungsinya sebagai penghubung dua desa di tepi danau, bertransformasi menjadi spot foto wajib, venue lamaran, dan simbol keindahan alam yang tak terpisahkan dari Situ Cileunca.

Jembatan ini adalah perpaduan unik antara peninggalan sejarah dan mitos modern, menjadikannya salah satu daya tarik paling lembut di antara kerasnya tantangan arung jeram Sungai Palayangan yang berhulu di danau tersebut.

Jembatan Cinta Situ Cileunca, Romansa di Atas Danau dan Kabut Abadi

Dari Jembatan Merah menjadi Ikon Romansa

Secara fisik, Jembatan Cinta hanyalah sebuah jembatan kayu yang dicat dengan warna mencolok—seringkali merah menyala—yang membentang di atas sebagian kecil Situ Cileunca. Sebenarnya, fungsi utamanya adalah vital: menghubungkan Desa Wanasari dan Desa Pulosari, mempermudah akses warga lokal untuk beraktivitas, termasuk ke area perkebunan.

Namun, daya tarik yang sesungguhnya bukanlah pada konstruksinya, melainkan pada latar belakangnya:

1. Danau Buatan yang Ikonik

Jembatan Cinta berdiri di atas Situ Cileunca, sebuah danau buatan Belanda yang dibangun antara tahun 1919 hingga 1926 sebagai waduk penyuplai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Pemandangan air yang tenang berlatar belakang perbukitan teh dan hutan pinus memberikan nuansa yang dramatis dan menenangkan, sangat kontras dengan hiruk pikuk kota.

2. Sudut Pandang yang Sempurna

Posisi jembatan memungkinkan wisatawan berdiri tepat di atas permukaan air danau yang jernih. Di pagi hari, kabut seringkali menyelimuti danau, menciptakan suasana surealis yang oleh sebagian warganet dijuluki “Gerbang Surga”. Sementara saat senja, Jembatan Cinta menjadi spot ideal untuk menyaksikan matahari terbenam memancarkan warna keemasan di atas air.

Mitos dan Legenda di Balik Nama “Cinta”

Mengapa jembatan ini, yang awalnya hanya dikenal sebagai Jembatan Merah atau Jembatan Penghubung, kini melekat dengan nama “Cinta”? Ada beberapa narasi yang menyelimuti popularitas nama romantis tersebut:

1. Tempat Bertemunya Pasangan Muda

Versi yang paling populer adalah bahwa jembatan ini dahulu sering dijadikan tempat berkumpulnya pasangan muda dari dua desa yang dihubungkannya. Di bawah lindungan kabut sejuk Pangalengan, jembatan ini menjadi saksi bisu kisah-kisah asmara yang terjalin.

2. Mitos Kelanggengan Hubungan

Sebagian wisatawan percaya pada mitos modern bahwa pasangan yang melintasi jembatan ini sambil bergandengan tangan, atau berfoto bersama di atasnya, akan mendapatkan kelanggengan dan keberkahan dalam hubungan mereka. Walaupun ini hanyalah cerita turun-temurun di kalangan wisatawan, keyakinan inilah yang membuat jembatan ini selalu ramai dikunjungi oleh pasangan, dari remaja hingga yang sudah menikah.

3. Koneksi Spiritual

Bagi sebagian orang, “Cinta” merujuk pada koneksi mendalam dengan alam. Berdiri di tengah jembatan, dikelilingi keheningan dan keindahan danau, memberikan perasaan damai dan syukur—sebuah bentuk “cinta” terhadap keajaiban alam semesta.

Daya Tarik Fotografi dan Akses Wisata

Popularitas Jembatan Cinta Situ Cileunca tak lepas dari media sosial. Foto-foto Jembatan Merah yang kontras dengan warna hijau kebun teh dan birunya air danau menjadi viral, menjadikannya salah satu background foto pre-wedding favorit di Bandung Selatan.

Untuk mencapai Jembatan Cinta, ada dua opsi utama yang juga menjadi bagian dari pengalaman wisata:

  1. Melalui Perahu Dayung: Anda bisa menyewa perahu dari dermaga utama Situ Cileunca. Perahu ini akan membawa Anda berkeliling danau sebelum mendarat di sisi jembatan. Ini adalah cara paling romantis untuk mencapai lokasi, terutama bagi pasangan.
  2. Melalui Akses Darat: Bagi pengendara sepeda motor atau mobil, akses darat menuju salah satu ujung jembatan juga tersedia, meski rutenya lebih menantang dan berkelok-kelok melintasi perkampungan.

Jembatan Cinta adalah cerminan dari kekayaan Situ Cileunca. Ia bukan hanya pilar beton dan kayu, tetapi sebuah titik temu antara fungsi tradisional dan daya pikat modern, antara sejarah kolonial dan kisah cinta kontemporer. Mengunjungi Pangalengan tanpa berfoto di Jembatan Cinta ini terasa kurang lengkap.

Jembatan Cinta Situ Cileunca, Romansa di Atas Danau dan Kabut Abadi

Glamping Outbound Muara Rahong Hills Pangalengan

Muara Rahong Hills menawarkan konsep camping dengan fasilitas lengkap layaknya hotel (glamping) di tepi sungai yang jernih dan kelilingi hutan pinus nan asri. Suasana nyaman langsung tercipta dengan udara yang sejuk, gemericik air sungai mengalir, dan ditemani lanskap yang indah di glamping site ini. Ini yang menjadi kelebihan glamping Muara Rahong Hills dari glamping site lainnya.

Tempat wisata healing yang menawarkan konsep Glamorous Camping (Glamping) di tepi sungai nan jernih. Suasana sejuk di tengah-tengah pohon pinus, kental terasa. Terutama saat pagi dan malam hari, apalagi ditambah dengan suara gemericik air yang berada tepat di pinggir tenda-tenda mewah.

Sesuai dengan namanya, Muara Rahong Hills berada di sebuah muara, tempat bertemunya dua aliran sungai. Rahong sendiri merupakan nama kawasan perkebunan pinus di Pangalengan.

Camping adalah kegiatan berkemah tradisional, sementara glamping di Muara Rahong Hills menghadirkan suasana camping dengan fasilitas lengkap. Muara Rahong Hills menyediakan lokasi camping yang nyaman di tepi sungai dan di antara rimbunnya hutan pinus, cocok untuk wisata healing.

Muara Rahong Hills menyediakan lokasi camping yang nyaman di tepi sungai dan di antara rimbunnya hutan pinus, cocok untuk wisata healing. Selain itu kami menyediakan permainan Rafting, Paintball, ATV, Fun Game, Flying Fox, Off Road.

Muara Rahong Hills menyediakan paket-paket harga yaitu :

  1. Weekdays
  2. Weekend
  3. Paket Malam
  4. Snack
  5. Fasilitas
  6. Kambing Guling
  7. Paket Makan Siang
  8. BBQ
  9. Game seru : Outbound, Rafting, Paintball, Flying Fox, ATV, Off Road

Muara Rahong Hills selain menyajikan spot glamping yang nyaman dan indah, juga dilengkapi dengan wahana permainan yang seru.

Jembatan Cinta Situ Cileunca, Romansa di Atas Danau dan Kabut Abadi

Kontak

  • Alamat : Jl. Rahong, Pulosari, Kec. Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40378
  • WA 1 : 082218325132
  • WA 1 : 082130704645

Sosial Media

Promo Awal Tahun 2026 Muara Rahong Hills


promo-muara-rahong-hills-jan2026

This will close in 0 seconds