Mengenal Glamping, Kemewahan Bintang Lima di Jantung Alam. Wisata sekarang menjadi kebutuhan dasar bagi sebagian besar orang, terutama generasi milenial yang selalu ingin melepas penat dan mendapatkan pengalaman baru di tempat wisata alam yang indah dan instagramable.
Seiring dengan pergeseran tren wisata, muncul sebuah tren glamping yang telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kegemaran kaum milenial yang tidak terlalu ribet juga menjadi faktor pendorong munculnya banyak akomodasi dengan konsep glamping.
Glamping, sebuah kata yang terasa modern dan Instagramable, telah mengubah cara kita memandang kegiatan berkemah. Jauh dari kata repot, Glamping menawarkan solusi sempurna bagi mereka yang mendambakan kedekatan dengan alam tanpa harus mengorbankan kenyamanan kasur empuk, kamar mandi bersih, dan bahkan fasilitas pendingin ruangan.
Mengenal Glamping, Kemewahan Bintang Lima di Jantung Alam
Pengertian Glamping: Gabungan dari Glamorous dan Camping
Glamping adalah akronim dari “Glamorous Camping”. Sesuai namanya, konsep ini secara harfiah menggabungkan unsur kemewahan (glamorous) dengan kegiatan berkemah (camping).
Dalam berkemah tradisional, fokusnya adalah pada kesederhanaan, tenda yang didirikan sendiri, dan fasilitas seadanya. Sebaliknya, Glamping menghilangkan semua kerepotan tersebut. Anda tidak perlu repot membawa tenda, memasang tiang, atau tidur di atas matras tipis.
Akomodasi Glamping hadir dalam berbagai bentuk unik, mulai dari tenda safari mewah, yurt Mongol, dome futuristik, hingga rumah pohon, yang semuanya dilengkapi dengan:
- Tempat tidur nyaman (biasanya queen atau king size).
- Kamar mandi dalam (en-suite) dengan air panas.
- Listrik dan penerangan yang memadai.
- Perabotan mewah seperti sofa, meja, hingga teras pribadi.
Glamping adalah filosofi wisata yang menekankan koneksi dengan alam yang menakjubkan, sambil tetap menikmati kenyamanan fasilitas modern yang setara dengan hotel bintang lima.
Sejarah Glamping: Berakar dari Kaum Bangsawan dan Sultan
Meskipun istilah Glamping baru muncul dan dipopulerkan di Britania Raya sekitar tahun 2005 (dan secara resmi ditambahkan ke Kamus Bahasa Inggris Oxford pada 2016), konsep kemah mewah sebenarnya sudah berakar sangat jauh di masa lalu.
1. Kekaisaran Ottoman (Abad ke-16): Para Sultan Ottoman melakukan perjalanan dengan mendirikan kemah-kemah yang benar-benar mewah. Tenda-tenda mereka bukan sekadar tempat berlindung, melainkan “istana” portabel yang didekorasi dengan sutra, karpet mahal, dan perabotan elegan, bahkan memiliki pemandian.
2. Raja Henry VIII (Abad ke-16): Di Eropa, Raja Henry VIII dari Inggris juga pernah mendirikan perkemahan megah yang dikenal sebagai Field of the Cloth of Gold pada tahun 1520 untuk pertemuan diplomatik. Tenda-tenda besar didirikan menyerupai istana, lengkap dengan air mancur yang mengalirkan anggur!
3. Safari Mewah Afrika (Abad ke-20 Awal): Konsep Glamping modern yang paling dikenal berasal dari era safari mewah di Afrika pada awal tahun 1900-an. Para bangsawan dan orang kaya dari Amerika dan Eropa yang datang untuk berburu (safari) memerlukan tenda besar yang dilengkapi dengan tempat tidur besi tempa, meja makan lipat, perabotan antik, dan bahkan didampingi pelayan pribadi, memastikan mereka menikmati alam liar tanpa kehilangan sedikit pun kemewahan.
Glamping masa kini adalah adaptasi dari tradisi mewah ini, membuatnya lebih terjangkau, ramah lingkungan, dan fokus pada desain unik.
Contoh Glamping Global yang Hits
Industri Glamping telah menjadi fenomena global, dengan lokasi-lokasi ikonik yang menawarkan pengalaman tak tertandingi:
- EcoCamp Patagonia (Chile): Terletak di Taman Nasional Torres del Paine, akomodasinya berupa dome ramah lingkungan yang terinspirasi dari tempat tinggal suku kuno Kaweskar. Pengunjung dapat melihat taburan bintang dari atap kubah transparan sambil menikmati pemandangan gunung yang spektakuler.
- Longitude 131° (Uluru, Australia): Menawarkan pengalaman menginap di tenda-tenda mewah dengan jendela kaca dari lantai ke langit-langit yang langsung menghadap monolit suci Uluru. Tempat ini menyajikan perpaduan kemewahan dan kedalaman spiritual alam pedalaman Australia.
- Four Seasons Tented Camp Golden Triangle (Thailand): Terletak di Chiang Rai, Glamping ini menempatkan tamu di tenda-tenda safari super mewah dengan perabotan khas Thailand dan pemandangan Sungai Ruak, serta memberikan pengalaman berinteraksi langsung dengan gajah.
Glamping Ikonik di Indonesia
Indonesia, dengan keindahan alamnya yang beragam, menjadi surga bagi para pecinta Glamping. Beberapa lokasi yang paling hits dan populer meliputi:
- Muara Rahong Hills(Pangalengan, Bandung), Muara Rahong Hills menyediakan lokasi camping yang nyaman di tepi sungai dan di antara rimbunnya hutan pinus, cocok untuk wisata healing.
- Sandat Glamping Tents (Ubud, Bali): Terkenal secara global, Glamping ini menawarkan tenda-tenda safari yang sangat mewah di tengah hamparan sawah hijau Ubud, memadukan sentuhan otentik Bali dengan fasilitas premium.
- Bobocabin/Bobobox (Berbagai Lokasi): Meskipun lebih mirip “kabin” daripada tenda, konsep ini mewakili Glamping modern dan minimalis. Kabin modular berteknologi tinggi ini menjanjikan kenyamanan dan kemudahan di lokasi-lokasi sejuk seperti Ranca Upas atau Kintamani.
- The Lodge Maribaya (Lembang, Bandung): Populer karena menawarkan akomodasi unik seperti tenda bergaya Camping Bell dan rumah-rumah pohon yang dikelilingi hutan pinus. Tempat ini sangat Instagramable dan menjadi salah satu pelopor Glamping di Jawa Barat.
- Trizara Resorts (Lembang, Bandung): Menawarkan akomodasi tenda putih yang elegan dan berlokasi di perbukitan dengan pemandangan pegunungan yang menenangkan, fokus pada ketenangan dan fasilitas liburan keluarga yang lengkap.
Glamping bukan sekadar tren wisata, melainkan gaya hidup yang memungkinkan kita menyatu dengan alam tanpa harus meninggalkan kenyamanan dan kemewahan yang kita nikmati. Ini adalah cara cerdas untuk berlibur, mencari ketenangan, dan mendapatkan konten media sosial yang estetik.
Mengenal Glamping, Kemewahan Bintang Lima di Jantung Alam
Glamping Outbound Muara Rahong Hills Pangalengan
Muara Rahong Hills menawarkan konsep camping dengan fasilitas lengkap layaknya hotel (glamping) di tepi sungai yang jernih dan kelilingi hutan pinus nan asri. Suasana nyaman langsung tercipta dengan udara yang sejuk, gemericik air sungai mengalir, dan ditemani lanskap yang indah di glamping site ini. Ini yang menjadi kelebihan glamping Muara Rahong Hills dari glamping site lainnya.
Tempat wisata healing yang menawarkan konsep Glamorous Camping (Glamping) di tepi sungai nan jernih. Suasana sejuk di tengah-tengah pohon pinus, kental terasa. Terutama saat pagi dan malam hari, apalagi ditambah dengan suara gemericik air yang berada tepat di pinggir tenda-tenda mewah.
Sesuai dengan namanya, Muara Rahong Hills berada di sebuah muara, tempat bertemunya dua aliran sungai. Rahong sendiri merupakan nama kawasan perkebunan pinus di Pangalengan.
Camping adalah kegiatan berkemah tradisional, sementara glamping di Muara Rahong Hills menghadirkan suasana camping dengan fasilitas lengkap. Muara Rahong Hills menyediakan lokasi camping yang nyaman di tepi sungai dan di antara rimbunnya hutan pinus, cocok untuk wisata healing.
Muara Rahong Hills menyediakan lokasi camping yang nyaman di tepi sungai dan di antara rimbunnya hutan pinus, cocok untuk wisata healing. Selain itu kami menyediakan permainan Rafting, Paintball, ATV, Fun Game, Flying Fox, Off Road.
Muara Rahong Hills menyediakan paket-paket harga yaitu :
- Weekdays
- Weekend
- Paket Malam
- Snack
- Fasilitas
- Kambing Guling
- Paket Makan Siang
- BBQ
- Game seru : Outbound, Rafting, Paintball, Flying Fox, ATV, Off Road
Muara Rahong Hills selain menyajikan spot glamping yang nyaman dan indah, juga dilengkapi dengan wahana permainan yang seru.
Paket Camping Murah di Muara Rahong Hills Pangalengan: Glamping Unik di Tepi Sungai







